YA AYUHALADHINA AMANU LAATUBTHILUU SODAQOTIKUM BIL MANNI WAL ADZA. (Qs-Albaqarah:264). "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima."( Qur'an surat Al-Baqarah ayat 264 ).
Jumat, 13 Agustus 2010
DOA ANAK SHOLEH
1.ilmu yang bermanfaat
2.amal jariyah dan
3.doa anak sholeh
Ini bermakna bahwa orang tua diminta untuk mendidik anaknya agar menjadi anak yang sholeh yang kelak diharapkan akan terus mendoakan orang tuanya. Pesan dari ajaran tersebut adalah pesan tentang pendidikan, pendidikan kepada anak, yang ganjarannya begitu menggiurkan karena pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah meninggal.
Ada sebuah doa yang dikenal dengan nama ‘Doa Anak Sholeh’ dan yang diajarkan oleh hampir semua orang tua muslim kepada anak-anak mereka dengan harapan agar anak-anak mereka mau mendoakan mereka dengan doa ini. Begini bunyinya :
“ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO”
Artinya dalam Bahasa Indonesia : “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Doa ini begitu populernya sehingga hampir semua anak di sekolah hafal dengan doa ini. Doa ini juga cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan oleh anak-anak. Dalam jangka waktu singkat anak balita bisa mengingat dan menghafalnya. Akan sungguh mengggemaskan jika kita mendengar anak balita yang masih cedal membacakan doa ini. Kalau anak kita bisa membaca doa ini rasanya hati orang tua langsung ‘mak nyes’, adem dan bahagia!
Meski kita berusaha mengajarkan doa ini kepada anak-anak kita, pernahkah kita benar-benar memperhatikan dan memahami makna dari doa ini? Sebagai seorang pendidik saya sungguh takjub dengan pesan yang hendak disampaikan oleh doa ini. Coba perhatikan kalimatnya baik-baik dan pikirkan mengapa doanya seperti itu. Mengapa anak-anak kita diminta untuk berdoa agar orang tuanya disayangi ‘sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil’? Mengapa redaksinya bukan ‘sebagaimana mereka menyayangiku selama ini’, umpamanya. Mengapa justru ditekankan ‘sewaktu aku masih kecil’? Apakah doa ini hanya berlaku bagi anak yang masih kecil saja dan jika sudah lebih dewasa maka redaksinya akan diubah menjadi. :”Sewaktu aku ABG, atau sewaktu dewasa’, umpamanya? Tidak. Doa itu redaksinya tidak berubah redaksinya meski kita mendoakan orang tua kita ketika kita sendiri telah tua. Redaksinya tidak berubah dan tidak perlu diubah.
Lantas mengapa begitu redaksinya?
Menurut saya, doa ini mengandung pesan pendidikan yang sungguh dalam bagi para orang tua. Jadi sebenarnya doa ini memang pesannya UNTUK ORANG TUA dan bukan untuk si anak. Melalui doa ini terkandung pesan untuk meminta agar orang tua mendidik dan menyayangi anaknya dengan sebaik-baiknya, khususnya SEWAKTU KECIL. Para orang tua diminta untuk mencurahkan kasih sayangnya sepenuh-penuhnya kepada anaknya sewaktu kecil karena sewaktu kecil itulah anak-anak kita membutuhkan kasih sayang yang tak terhingga sebagai bekal bagi mereka mengarungi hidup sewaktu besar nantinya. Dengan kasih sayang yang berlimpah dan pendidikan yang baik pada waktu kecil (bukan berarti memanjakannya) maka sang anak akan punya fondasi mental dan spiritual yang kuat dalam menghadapi hidup mereka di masa dewasa nantinya. Dengan doa ini seolah hendak dikatakan kepada para orang tua,:”Wahai para orang tua, sayangilah anak-anakmu sebaik-baiknya pada saat mereka masih kecil. Berikan semua yang terbaik darimu kepada anak-anakmu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai mereka mendapati hal yang buruk dan tidak baik darimu ketika mereka masih kecil. Janganlah sampai engkau menunjukkan sikap kasar, keras dan kejammu pada anakmu waktu masih kecil karena Tuhanmu akan mengganjarmu sesuai dengan perbuatanmu pada anakmu ketika masih kecil (dan bukan pada masa yang lain)”
Secara alami orang tua memang sangat menyayangi anak-anak mereka ketika masih kecil. Itu masa-masa ketika orang tua sangat menyayangi dan melindungi anak-anak mereka. Mereka melimpahinya dengan berbagai pujian dan hadiah. Pelukan dan ciuman datang tak henti-hentinya. Kata-kata lembut dan panggilan sayang berhamburan. Rasanya apa saja yang diminta oleh anak sewaktu ia masih kecil segera dituruti dan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Para orang tua biasanya menolerir semua kesalahan anak-anak mereka dan tidak marah meskipun anak memecahkan barang orang tua yang paling disayangi.
Hal ini tentu berbeda dengan ketika anak sudah cukup besar. Pada saat itu orang tua sudah mulai kurang toleran. Pujian semakin berkurang dan hukuman semakin banyak. Raut muka dan tutur kata sudah mulai berubah. Pendek kata kasih sayang orang tua sudah berbeda dengan ketika anak masih kecil. Itulah sebabnya doa tersebut menyebutkan secara spesifik WAKTU TERINDAH dalam hubungan anak dan orang tua, yaitu ‘sewaktu masih kecil’. Orang tua akan dimintakan ganjaran kepada Tuhan pengampunan dosa dan balasan kasih sayang yang terbaik dari Allah sebagaimana mereka melakukan hal yang terbaik kepada anak mereka sewaktu mereka masih kecil.
Jadi dengan redaksi doa itu kita sebenarnya diminta untuk menyayangi anak-anak kita ‘habis-habisan’ ketika mereka masih kecil karena upaya kita pada saat itulah yang akan menjadi perhitungan untuk balasannya dari Allah kelak. Hal itu juga sesuai dengan kebutuhan anak yang memerlukan kasih sayang yang berlimpah ketika masih kecil karena mereka benar-benar masih sangat bergantung pada orang tua pada saat itu. Hal itu juga sesuai dengan fitrahnya orang tua yang masih benar-benar ‘all-out’ dalam menyayangi anaknya ketika masih kecil. Doa itu memang mengandung pesan pendidikan luar biasa!
Jadi jika Anda masih punya anak kecil yang akan Anda jari doa tersebut jangan lupa bahwa doa itu sebenarnya pesan dari Tuhan kepada Anda. Berikan yang terbaik dan terindah dari Anda kepada anak-anak Anda yang masih kecil tersebut. Dengan demikian doa mereka akan sungguh-sungguh dan menghasilkan buah pahala yang tidak putus-putusnya.
Kamis, 12 Agustus 2010
MENDIDIK ANAK TAAT SYARIAH
Asah Akal Anak untuk Berpikir yang Benar
Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak. Bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.
“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu. Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru. Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur. Ada saja alasan mereka!”
Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya. Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat. Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat. Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.
Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.
Dalam persoalan ini, orangtua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: Pertama, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam. Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah. Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak. Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Mama nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”
Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat. Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.
Kedua, jadilah Anda teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli Anda—karena Anda hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.
Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.
Tanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini
Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua. Orangtualah yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah saw. bersabda:
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).
Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si anak mengenal betul siapa Allah. Sejak si bayi dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah. Begitu sudah lahir, orangtua mempunyai kesempatan untuk membiasakan si bayi mendengarkan ayat-ayat al-Quran. Pada usia dini anak harus diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah. Itu sebabnya mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah.
Lebih jauh, anak dikenalkan dengan asma dan sifat-sifat Allah. Dengan begitu, anak mengetahui betapa Allah Mahabesar, Mahaperkasa, Mahakaya, Mahakasih, Maha Melihat, Maha Mendengar, dan seterusnya. Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada anak untuk senantiasa mengagungkan Allah dan bergantung hanya kepada Allah. Lebih dari itu, kita berharap, dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah.
Penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap. Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah, misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Quran bersama.
Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlâq al-karîmah seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. Jangan sampai luput untuk mengajarkan itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.
Kerjasama Ayah dan Ibu
Tentu saja, anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh real pada orangtuanya. Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan. Karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras untuk memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal salih. Insya Allah, dengan begitu, anak akan mudah diingatkan secara sukarela.
Keberhasilan mengajari anak dalam sebuah keluarga memerlukan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung, bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, anak yang mencari-cari alasan agar tidak shalat. Ayahnya memaksanya agar shalat, sementara ibunya malah membelanya. Dalam kondisi demikian, jangan salahkan anak jika dia mengatakan, “Kata ibu boleh nggak shalat kalau lagi sakit. Sekarang aku kan lagi batuk, nih…”
Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat
Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan tempat dia beraktivitas, baik di sekolah, sekitar rumah, maupun masyarakat secara luas.
Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.
Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim. Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.
Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak. Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus di lakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah
TEKNIK SABAR KUNCI SUKSES KARIR GEMILANG
Allah Bersama Orang-orang Yang Sabar
Sahabat-sahabatku para eksekutif yang di muliakan Allah……,
Pinjam waktumu sejenak untuk melalui jalan ini, sebuah jalan yang memberikan keluangan waktu untuk tafakur untuk merenung. Memikirkan, menacapkan dalam hati dan prkiran sebuah konsep yang di petik dari Qur’an suci yakni SABAR. Innallaha ma’ashshabirin. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Sebuah kalimat yang amat sejuk. Kalimat yang mencerminkan kepasrahan seorang muslim, sehingga muncul rasa TENTRAM dan hilang segala keresahan dan kesimpitan hatinya.
Innallaha ma’ashshabirin Dalam kalimat ini Allah memberikan penghargaan khusus bagi mereka yang menjalani sabar yakni selalu bersama-Nya, selalu di’beking’ oleh Allah SWT. Laksana seorang manusia di kawal oleh puluhan bodyguard maka seorang sabar langsung di kawal oleh Dhat Yang Maha Perkasa, Allah SWT.
Dalam konteks ini , anda sebagai seorang eksekutif yang menjadikan sabar sebagai jalan hidup akan selalu menjalani rutinitas dengan bantuan Tuhan Semesta Alam. Ibarat televise, SABAR adalah receiver dibumi yang memancarkan ‘tayangan-tayangan’ berdasarkan yang dikirim dari satelityang berada di atas. ‘Satelit Tuhan’ memungkinkan seorang eksekutif menjadi problem solver, penyelesai masala. Dia lah solusi terhadap berbagai masalah di kantor. Sebab, apapun yang dilakuka selalu atas bimbingannya.
Karena itu, sesungguhnya pada setiap keadaan manusia selalu di tuntut untuk SABAR. Saat di timpa musibah, harus sabar dah tabah serta tidak berburu sangka pada Allah. Sebaliknya saat diberi anugrah, juga harus sabar dalam artian mampu menahan diri untuk tidak menenggelamkan diri pada kesenangan yang menipu.
Syeh Yusuf Qardhawi, dalam tafsir Tamatik tentang sabar, menulis bahwa sabar adalah menahan diri dari hal-hal yang tidak di sukai maupun hal-hal yang di sukai. Sabar terhadap hal-hal yang tidak disukai memang lebih mudah karena dasarnya kita memang tidak ingin melakukannya. Sedangkan sabar tehadap hal-hal yang di sukai lebih sulit karena dasarnya kita selalu ingin melakukannya.
Sahabatku semuanya,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Memang, siapapun yang ditimpa musibah seperti kelaparan dan penindasan harus bersabar dan tawakal kepada Allah SWT. Namun siapapun yang berada dalam lautan dan kenikmatan dan kekuasaan juga harus bersabar dengan nikmat Allah yang melimpah itu. Karena pada dasarnya SEMUA itu adalah milik Allah, yang pada saatnya nanti pasti akan kembali kepada-Nya.
Setiap hamba Allah kaya atau miskin, seyogyanya bersabar dan bersyukur. Kalau orang kaya bersyukur itu baik. Tapi akan lebih baik lagi jika ia bersabar dengan kekayaannya : Diperoleh dengan cara yang benar dan di keluarkan juga atas tuntutan Ilahi. Ia efektif dalam membelnjakan. Tidak boros.
Sikap Boros = Teman Setan
Sedangkan bagi yang kurang beruntung, bersabar itu baik, tapi lebih baik lagi jika ia mampu bersyukur. Artinya ia bisa besarnya nikmat Allah yang telah di tetapkan untuknya walaupun sedikit.
ALLAH Mencintai Orang-Orang Yang Sabar
Syeh DR. Yusuf Qardhawi dalam bukunya As Shabru fii Qur’an mendefinisikan sabar secara leksikal berarti menahan dan mencegah diri. Tentu. Menahan diri dalam makna yang luas. Sebagai Profesional, sabar dalam arti menahan diri dari segala hal yang keluar dari tatanan agam dan aturan perusahaan. Waktu, misalnya, terlambat 1 menit saja. Dalam kacamata spiritual berarti telah mengorupsi, mengambil hak perusahaan. Itu mencuri waktu namanya. Bila masih ada yang telat, walau hanya 1 menit bisa di katakana orang itu masih belum sabar sebagai eksekutif professional. Seorang yang sabar akan selalu, bukan saja on time ( dating tepat waktunya ). Ia bahkan melakukan in time ( menjelang, sebelum waktu yang telah di tetapkan ). Eksekutif yang sabar selalu dating lebih pagi. Mempersiapkan segala sesuatu secara lebih baik. Apalagi, bila disempatkan shalat dhuha dan membaca Al-Qur’an. insyaAllah apapun yang dilakukan akan menghasilkan keberkahan. Hati tenang. Perasaan tentram. Pikiran kreatif, penuh solusi. Tak percaya coba sekali-kali lakukanlah. Pasti hari itu akan menjadi hari terbaik buat anda………….
Disini ada Tiga Kesbaran
Sabar adalah al man’u wa al hasbu, mencegah dan menahan. Yakni mencegah jiwa supaya tidak gundah, dan menahan lidah tidak supaya suka mengadu.
Sabar berarti tegar dan kuat. Shabru, di mana kata Syah-nya di-dammah-kan, berarti tanah yang sangt tegar dan subur. Obat dkanal yang sangat pahit di sebut shabir, sedangkan pohonya adalah shabar. Seorang penyair pernah mengatakan, ‘sabar itu seperti namanya, pahit rasanya tetapi akibatnya lebih manis dari madu’.
Ash-Shabar, juga berarti al jam’u wa al dhamm. Artinya menghimpin dan menggabungkan. Arti lainnya, orang yang bersabar adlah orang yang mampu untuk menghimpun potensi dirinya, sehingga tidak gampang sedih dan keluh kesah.
Rabu, 11 Agustus 2010
11 jenis manusia yg di doakan malaikat
- Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."
3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."
4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."
5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."
6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."
7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. "Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" Mereka menjawab: 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"
9. Orang yang membelanjakan harta (infak).Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...'"
10. Orang yang sedang makan sahur.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."
Doa seorang Istri kepada suami
Ya Allah….Ya Tuhanku....
Kau ampunilah dosa ku yang telah ku buat Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiadaterbatas Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fizikal Kau kurniakanlah aku dengan sifat keredhaan Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cabaranMu Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah..
Sekiranya suami ku ini adalah pilihan Mu di Arash Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya Sekiranya suami ku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku diJannah Mu Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku diDuniaMu Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku darimenyakiti perasaannya Sekiranya...suami ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu maka Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kerenahdan ragamnya Tetapi Ya Allah...Sekiranya suami ku ini ditakdirkan bukan untuk dirikuseorang Kau tunjukkanlan aku jalan yang terbaik untuk aku harungi segala dugaan Mu Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan dunia Mu..
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suami ku tunduk terhadap nafsu yangmelalaikan..
Kurniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku memperbetulkan keadaannya Sekiranya suami ku menyintai kesesatan Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena
Ya Allah...
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan danketelanjuranku Sekiranya aku tersilap membuat keputusan..
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau redhai Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri..
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat Mu Sekiranya aku engkar dan derhaka Berikanlah aku petunjuk kearah rahmat Mu Ya Allah sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu..
Aku buta tanpa bimbinganMu..
Aku cacat tanpa hidayahMu..
Aku hina tanpa RahmatMu..
Ya AllahKuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cubaanMu Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu Bimbinglah aku menjadi isteri Soleha Hanya padaMu Ya Allah ku pohon segala harapan Kerana aku pasrah dengan dugaanMu Kerana aku sedar hinanya aku Kerana aku insan lemah yang kerap keliru Kerana aku leka dengan keindahan duniamu Kerana kurang kesabaran ku menghadapi cabaranMu Kerana pendek akal ku mengharungi ujianMu
Ya Allah Ya Tuhanku...
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati Isteri yang dikasihi Isteri yang soleha Isteri yang sentiasa dihati suami…Amin, amin Ya Rabbal Allamin..
Doa seorang Istri kepada suami
Ya Allah….Ya Tuhanku....
Kau ampunilah dosa ku yang telah ku buat Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yang tiadaterbatas Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fizikal Kau kurniakanlah aku dengan sifat keredhaan Kau peliharalah lidahku dari kata-kata nista Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cabaranMu Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan
Ya Allah..
Sekiranya suami ku ini adalah pilihan Mu di Arash Berilah aku kekuatan dan keyakinan untuk terus bersamanya Sekiranya suami ku ini adalah suami yang akan membimbing tanganku dititianMu Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatannya Sekiranya suami ku ini adalah bidadara untuk ku diJannah Mu Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk akan segala perintahnya Sekiranya suami ku ini adalah yang terbaik untukku diDuniaMu Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku darimenyakiti perasaannya Sekiranya...suami ku ini jodoh yang dirahmati oleh Mu maka Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kerenahdan ragamnya Tetapi Ya Allah...Sekiranya suami ku ini ditakdirkan bukan untuk dirikuseorang Kau tunjukkanlan aku jalan yang terbaik untuk aku harungi segala dugaan Mu Sekiranya suami ku tergoda dengan keindahan dunia Mu..
Limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya..
Sekiranya suami ku tunduk terhadap nafsu yangmelalaikan..
Kurniakanlah aku kekuatan Mu untuk aku memperbetulkan keadaannya Sekiranya suami ku menyintai kesesatan Kau pandulah aku untuk menarik dirinya keluar dari terus terlena
Ya Allah...
Kau yang Maha Megetahui apa yang terbaik untukku Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan danketelanjuranku Sekiranya aku tersilap membuat keputusan..
Bimbinglah aku ke jalan yang Engkau redhai Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai isteri..
Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhirat Mu Sekiranya aku engkar dan derhaka Berikanlah aku petunjuk kearah rahmat Mu Ya Allah sesungguhnya aku lemah tanpa petunjukMu..
Aku buta tanpa bimbinganMu..
Aku cacat tanpa hidayahMu..
Aku hina tanpa RahmatMu..
Ya AllahKuatkan hati dan semangatku
Tabahkan aku menghadapi segala cubaanMu Jadikanlah aku isteri yang disenangi suami Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu Bimbinglah aku menjadi isteri Soleha Hanya padaMu Ya Allah ku pohon segala harapan Kerana aku pasrah dengan dugaanMu Kerana aku sedar hinanya aku Kerana aku insan lemah yang kerap keliru Kerana aku leka dengan keindahan duniamu Kerana kurang kesabaran ku menghadapi cabaranMu Kerana pendek akal ku mengharungi ujianMu
Ya Allah Ya Tuhanku...
Aku hanya ingin menjadi isteri yang dirahmati Isteri yang dikasihi Isteri yang soleha Isteri yang sentiasa dihati suami…Amin, amin Ya Rabbal Allamin..
Selasa, 10 Agustus 2010
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1431 h.
Dibulan ramadhan yang penuh dengan ampunan dan maghfiroh, marilah kita sebagai insan yang penuh dengan dosa ini berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dan maghfiroh tersebut, selain itu bulan ini ada wajib bagi kaum muslimin menjalankan ibadah puasa seperti yang di jelaskan didalam ayat suci Alquranul karim,,, ( yaa ayuhaladhina amanu kutiba alaikumussiyaam kama kutiba la allakum tat takuun)...
.... Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya telah diwajibkan berpuasa sebagai mana yang telah diwajibkan orang-orang sebelum kamu.